Jakarta 12 April 2010, setelah melakukan penangkapan terhadap mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duaji di Bandara Soekarno Hatta saat Susno hendak berangkat ke Singapura tujuan berobat, akhirnya Mabes Polri membebaskan Susno pada malam harinya.  Kuasa hukumnya mengecam penangkapan tersebut karena tidak menggunakan surat penangkapan dan tidak memberikan alasan yang tepat atas penangkapan tersebut.

Penangkapan tersebut dilakukan di depan toilet Bandara Soekarno Hatta pukul 4 sore hari, dan memakan waktu yang cukup lama karena bernegosiasi dengan perwira tinggi berbintang tiga itu.  Tampak beberapa Polisi berbaret biru (Provost) dengan pangkat Kombes dan AKP menghadang langkah Susno didepan toilet tersebut.  Wartawan yang hendak mengambil gambar juga diusir paksa oleh beberapa anggota Provost dan security bandara.

https://i0.wp.com/abdidharma.dagdigdug.com/files/2010/01/mrsusno.jpgEntah apa maksudnya tragedi ini dilakukan oleh pihak Polri kepada Susno Duaji, namun menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang ia membatah bahwa itu adalah penangkapan.  Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepergian perwira Polri tanpa izin kepada Kapolri.  Susno Duaji dianggap melanggar 10 kali kode etik kepolisian, untuk itu Mabes Polri akan mengadakan sidang kode etik kepada Susno Duaji.  Salah satu pelanggaran yang dilakukan oleh Susno yaitu menghadiri panggilan rapat dengar pendapat Komisi III DPR-RI tanpa izin Kapolri, dan ia juga kerap kali tidak masuk kantor tanpa izin.

Mana yang benar, mana yang salah..? yang jelas kita lihat saja nanti apa gebrakan Polri selanjutnya… Maju terus Susno Duaji, sudah saatnya Polri berubah dan berantas Markus yang tersisa..