Dengan semakin maraknya tayangan di televisi membuat acara semakin banyak ragamnya, bila di salah satu stasiun tv sukses dengan acara makan dan cicip mencicip maka tidak berapa lama kemudian acara dengan tema yang sama pun muncul di siaran tv lainnya.  Demikian pula dengan reality show, saat sukses di salah satu stasiun, maka stasiun lainnya juga mulai bermunculan dengan tema yang kurang lebih sama.

Bila dilihat, acara tv kita memang cukup inofatif dibandingkan dengan acara tv di negara lain tetapi perlu adanya unsur mendidik didalam tiap tayangan.  Tayangan2 yang kurang bermanfaat dan sedikit unsur mendidiknya sebaiknya dikurangi dan diganti dengan tema lain yang mendidik.  Tetapi dari semua reality show yang ada, apakah semuanya adalah “real” sesuai dengan namanya reality show?  Terkadang ada unsur dibuat2 dalam prosesnya yang menjadikan tayangan tersebut menjadi lebih mengharukan, lebih seru, lebih menarik dan lain sebagainya.

Unsur dibuat2 itulah yang terkadang membuatnya menjadi jelek dan kurang mendidik.  Memang harus diakui bahwa program reality show ini banyak unsur positifnya seperti mengisahkan tentang susahnya kehidupan suatu keluarga sehingga beruntunglah bagi kita yang masih berkecukupan, mengungkap tentang perselingkuhan sehingga kita harus berhati2 dalam menjalin hubungan dan mempercayai seseorang, dan unsur positif lainnya.  Yang jelas, reality show lebih bermanfaat dibandingkan acara kuis-kuis yang hadiahnya miliaran tetapi yang mendapatkannya hanya artis atau orang tertentu dengan kepintaran dan kecerdasannya.

Terlebih bila kita meilhat kehidupan sosial di negara kita yang masih banyak dibawah garis kemiskinan, maka reality show bisa mempublikasikannya sekaligus memberikan sumbangan bagi kebaikan hidupnya kedepan.

Berikut ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi kita yang menonton, karena tidak selamanya reality show dibuat secara real :

  1. Seringkali ada tulisan “kamera tersembunyi” saat penayangannya tetapi suara orang yang difokuskan terdengar jelas demikian pula orang disekitarnya padahal jarak antara mikropon dengan sumber cukup jauh dan katanya tersembunyi. Keadaan yang benar adalah bila yang disorot adalah orang yang ditugaskan untuk menyamar dan mikropon tersembunyi didalam bajunya, suara kendaraan yang lewat terkadang terdengar dengan jelas.
  2. Masih dengan fokus “kamera tersembunyi”, terkadang sudut kamera terletak ditempat yang akan dilalui oleh objek yang disorot seolah2 tahu bahwa pasti akan jalan kesitu, dan sangat dekat jaraknya serta strategis untuk mengambil gambar yang sangat bagus  untuk ukuran kamera tersembunyi.  Keadaan yang benar adalah gambar terlihat agak kurang jelas karena disorot dari jarak jauh dan tersembunyi, kalau dari dekat posisinya kadang tidak baik dan tidak perlu menunjukkan ada semak2 atau penghalang seolah2 sedang bersembunyi.  Terkecuali memang keadaan sudah diatur misalnya tayangan mengerjain artis.
  3. Terkadang ada tayangan yang begini, seorang objek mengetuk pintu rumah orang yang dituju tetapi sebelum pintunya dibuka sudah ada kamera yang menyorot dari dalam rumah yang menyorot pemilik rumah itu membuka pintu dari dalam, dan herannya orang itu mengusir pergi orang yang menjadi objek tersebut.
  4. Adegan terlalu seru, misal setiap nanya ke orang selalu saja ada adegan marah2 bahkan perkelahian… padahal di kenyataan jarang sekali orang langsung marah2 ketika ditanya meskipun ada masalah lama.  Atau misal cerita perselingkuhan, ternyata orang yang dicari punya selingkuh dimana2 bahkan dengan teman atau ibunya sendiri.  Ini masih diragukan kebenarannya..
  5. Adegan terlalu mengharukan, misalnya ada seorang ibu tukang sapu yang miskin dan renta, kegiatannya disorot dengan kamera tersembunyi.  Tiba2 seorang penagih hutang datang padanya dan marah2 didepan umum sambil melemparkan barang ke ibu itu, tidak lama kemudian datang seorang warga yang marah2 karena ibu itu tidak menyapu dengan bersih sambil melemparinya dengan sapu, baru beberapa menit kemudian datang lagi pengurus kebersihan juga marah2 dan mematahkan sapu ibu itu serta memecatnya akibat laporan orang sebelumnya.  Padahal dari tingkah lakunya, ibu ini sangat santun, ramah, dan rajin… herannya lagi ibu ini sudah lama bekerja bahkan bertahun2, tetapi mengapa ketika disorot secara tersembunyi mendadak sial bertubi-tubi ?
  6. Adegan terlalu aneh, susah menjelaskannya tapi saya rasa anda tahu sendiri… sebagai contoh misalnya ada ibu yang pengen nyabut bulu ketek orang lewat, ini ibunya yang gila atau ngidam beneran masih belum tahu kebenarannya.
  7. Dan masih banyak keanehan dan perlu dicari tahu kebenarannya dari tayangan reality show ini, misal pemerannya bila anda perhatikan terkadang orangnya itu2 hanya berganti penampilan.

Yang jelas, reality show banyak segi positifnya dan hanya beberapa aja yang kurang baik untuk ditonton.. tergantung dari kita sebagai pemirsa untuk memilih tayangan mana yang mendidik.  Menurut pengamatan ada beberapa kategori reality show, tetapi ini menurut suka2 lho ya bagi anda sebagai pemirsa silahkan menilai sendiri.

  • Reality Show kamera tersembunyi terbaik : Minta Tolong
  • Reality Show seru : Termehek-mehek, Realigi
  • Reality Show bermanfaat : Minta Tolong, Uang Kaget, Bedah Rumah, Rumah Hadiah, Jika Aku Menjadi, Tukar Nasib
  • Reality Show kurang perlu : Semua acara mengerjain artis atau orang secara gokill

Di Italia ada seorang pemeran reality show yang mati karena mengerjain orang, waktu itu dia bersembunyi didalam kotak surat (di sono kotak suratnya gede, coba tonton Mr. Bean), setiap orang yang memasukkan surat ia keluarkan lagi sampai berkali2 hingga orang itu marah.  Apesnya ketika ada seorang polisi yang agak tempramental juga memasukkan surat kekotak pos itu, berkali2 ia masukkan selalu saja keluar karena dikerjain oleh pemeran ini. Akhirnya si polisi mengintip kedalam lubang dan mengira ada binatang didalamnya, ia pun mengambil pistolnya dan menembakkannya dari lubang  tersebut berkali2 hingga akhirnya pemeran yang dikiranya binatang itu tewas.  Videonya bisa anda cari di Youtube, lupa apa kata kuncinya.

Reality Show belum tentu semuanya benar… benar tidak? Atau tulisan ini salah?