Sebelum Galileo Galilei menyatakan bahwa ada dunia lagi diatas langit, manusia selalu bertanya2 akan dunia tempat mereka berpijak.  Mereka beranggapan bahwa dunia ini seperti suatu hamparan tanah datar yang memanjang sehingga memiliki ujung dunia.  Sebegitu ingin tahunya manusia akan dunia tempat mereka berpijak sehingga ada yang menjelajahinya seperti Cristopher Colombus dan Marco Polo.

Sekarang saya mau bahas dari segi Agama aja de, soalnya dari segi ilmu manusia susah masuk nalarnya dan terlalu membingungkan.  Tetapi mengenai dalil kebenarannya maaf saya gk masukin, karena disamping lupa dimana bacanya juga harus di scan dulu.. anggaplah tulisan ini cerita saja.. he..

Sebenarnya manusia sendiri masih mencari tahu misteri alam semesta ini, karena begitu luasnya dan kita hanya dapat menelitinya melalui teropong dari bumi dan pancaran gelombang sonar.  Tapi meski demikian, manusia telah banyak menemukan beberapa hal disekitarnya… seperti planet2 di tata surya, galaksi, black hole, dan berbagai macam penemuan diluar angkasa lainnya.

Mungkin kalo mau diukur, luas alam semesta ini panjang banget digitnya… hehe, Maha Besar Allah ya? Sebegitu luasnya alam semesta ini sehingga kita manusia tidak akan mungkin bisa mengukurnya secara tepat, dan tidak tahu dimana batas dunia.

Jika diurutkan, misal alam semesta ini kita urutkan dimulai dari Bumi. Setelah Bumi ada tata surya (solar system) dengan 1 bintang (matahari) dengan 10 planetnya. Tata surya ini terletak di dalam galaksi bimasakti yang memiliki lebih dari 200 milyar bintang. Galaksi berasal dari nebula,  karena itu kumpulan galaksi disebut nebula. Kumpulan nebula disebut himpunan nebula. Kumpulan himpunan nebula disebut group nebula. Kumpulan group nebula disebut guci. Kumpulan guci inilah yang menjadi alam semesta.

Supaya lebih mudah kita perkecil, Jika diameter galaksi bimasakti 100.000 tahun cahaya (tc) ini berarti jari-jarinya 50.000 tc. Ini juga berarti jari-jari nebula adalah 50 x 1014 tc. Selanjutnya jari-jari himpunan nebula menjadi 50 x 1025 tc. Jari-jari group nebula adalah 50 x 1036 tc. Jari-jari guci adalah 50 x 1047 tc. Dan berarti jari-jari alam semesta adalah 50 x 1058 tc. (dua angka terakhir dibelakang angka 10 ini adalah pangkat. misal 50×1014 tc artinya 50×10 pangkat 14 tc)  Berapa banyak kah angka ini ? ini dia angkanya. 50.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 tahun cahaya. Lalu 1 tahun cahaya berapakah jaraknya ? Satu tahun cahaya adalah ukuran jarak yang sama dengan jarak yang ditempuh oleh sinar yang bergerak dengan kecepatan 300.000 km/detik dalam waktu satu tahun. Ini berarti 1 tahun cahaya sama dengan 9.460.800.000.000 km. Silahkan dikalikan dengan angka 50 x 1058 tc diatas. Ck ck ck… Subhanallah… kita manusia sangat2 kecil jadinya.

Hitungan diatas dikutip dari sumbernya http://dreamfile.wordpress.com/2009/03/02/luasnya-alam-semesta/ yang juga merangkum dari berbagai sumber.

Sekarang kalo kita ingat Isra’ Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW dengan bouraq, berarti kecepatan bouraq berpuluh2 ribu kali kecepatan cahaya sehingga dapat menuju sidratul muntaha (langit teratas) dalam waktu satu malam.  Kun faya kuun… jika Allah berkata “jadi” maka jadilah… sehingga ini adalah kekuasaan Allah SWT.

Ramalan perbintangan, dan rasi bintang

Sekarang ada pertanyaan nih, kalo alam semesta ini diciptakan Allah sedemikian luasnya… mengapa yang ada kehidupan Cuma di Bumi?  Lalu betapa borosnya donk alam semesta ini tidak ditempati.  Ada imuwan barat yang mengatakan demikian, dan ia percaya bahwa ada kehidupan lain selain di bumi.. masih dicari tuh kebenarannya.

Tetapi sudah jelas didalam Al-Qur’an bahwa dunia yang layak untuk dihuni manusia hanyalah di Bumi, dan mahluk yang diciptakan yang tinggal di bumi tersebut adalah Manusia, Hewan, dan Tumbuhan.. sedangkan mahluk lain seperti jin, setan, iblis, dan malaikat berada di dimensi yang berbeda dengan kita namun tetap di ruang lingkup alam semesta.  Wuih, terlalu ribet kalo mau diceritakan…

Lalu, bintang2 yang banyak dilangit itu apa fungsinya? Apakah hanya hiasan belaka? Tentu saja Allah SWT memiliki alasan menciptakan seluruh alam semesta ini dan tidak ada yang sia2 dihadapanNya.  Semua bintang dan galaksi di alam semesta ini memiliki momentum dan gaya tarik menarik diantara sesamanya.  Jika hilang satu planet atau bintang maka susunan dan gayanya akan menjadi berubah dan mempengaruhi planet disekitarnya.

Bumi masuk dalam orbit matahari karena daya tarik bumi kalah dari daya tarik matahari sehingga bumi mengitari matahari, demikian pula dengan planet lainnya.  Sekarang apakah matahari juga mengorbit? Kemungkinan tidak, tetapi matahari mungkin memiliki pola untuk mengitari galaksi… ya mungkin saja mendekati black hole sebagai pusat galaksinya… gk tau nih kebenarannya soalnya informasi ini juga masih kurang.  Tetapi didalam Alqur’an QS 36:38 tertulis dan matahari beredar di tempat yang ditetapkan baginya. Berarti matahari juga beredar (mengorbit) tetapi belum kita ketahui ia mengorbit kemana karena begitu luasnya alam semesta ini kita susah mendeteksinya, sehingga ia terlihat menetap diposisinya? Masih dicari juga kebenarannya, karena penelitian manusia belum dapat memecahkannya.

Menurut para peneliti, ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.  Dengan demikian berarti jangan2 galaksi juga mengorbit, alias tidak statis dan diam di tempat?  Memang benar, ilmu manusia nggak akan mampu mencapai betapa maha pintarnya Allah sebagai sang khalik.

Kemungkinan susunan bintang dan galaksi di alam semesta ini berhubungan dengan turunnya suatu ketetapan, mungkin masalah jodoh, rezeki, maut, maupun peruntungan… entahlah hanya Allah yang maha tahu, kita hanya dapat menebak dan menduga.  Jadi, karena planet2 di alam semesta ini senantiasa berubah posisinya karena rotasi, maka susunan planet pada jam dan waktu tertentu akan berbeda pula sehingga ini menjadi seperti suatu kode atau sidik jari.  Susunan bintang2 ini akan membentuk suatu rasi.. yang dinamai dengan nama2 orang2 mesir kuno dulu seperti aquarius, pisces, aries, dan sebagainya.

Rasi bintang inilah yang menjadi pedoman bagi  para peramal untuk meramal nasib seseorang.. saya sempat bingung, kenapa kok rasi bintang dikait2kan dengan nasib? Apa mungkin rasi inilah yang menjadi kode nya. Hmm…bukankah nasib dan takdir kita hanya Allah yang maha tahu? Kita juga tidak boleh sepenuhnya percaya akan hal ini karena akan memancing perbuatan syirik.  Yang jelas hidup kita ini pasti ada pedomannya (Buku Manual) seperti mesin, sehingga kita hidup bukan asal hidup tetapi sudah ada ketetapannya.

Jadi, bila dilihat dari segi pandang ilmiah (terlepas dari unsur kepercayaan) mungkin2 saja rasi ini berkaitan dengan hal tersebut karena tata letak, perputaran dan rotasi alam semesta ini tidak sama setiap waktunya selain itu dikatakan bahwa semua takdir manusia diturunkan dari langit.  Dan tentunya alam semesta yang luas ini memiliki maksud tertentu yang kita manusia tidak akan tahu kecuali kita mau berfikir.  Tentu hal ini masih dicari kebenarannya… tanyain ama peramal aja kali dapat ramalan dari mana wkwkwk….  Anggaplah tulisan ini hanya wacana saja ya.. kayak fiksi ilmiah gitu😀

<bersambung>