Mahasiswa, adalah panggilan untuk pemuda-pemudi yang sedang dalam proses perkuliahan.. Mahasiswa selalu identik dengan pemuda yang intelek, bukan pemuda biasa yang hanya kongkow2 di depan gang atau pinggir jalan.  Mereka adalah pahlawan dan penerus generasi bangsa kelak yang akan datang.  Mereka berasal dari berbagai wilayah, kota maupun desa dan berkumpul disuatu tempat perkuliahan seperti Universitas, Sekolah Tinggi, maupun Institute.

Pada saat ini mahasiswa lebih diidentikkan dengan pemuda yang suka berdemo, membela kepentingan rakyat, dan pengawas jalannya pemerintahan.  Memang harus diakui tanpa mahasiswa maka politik di negara kita tidak akan ada kritikannya, tidak ada pengawasan langsung dari rakyatnya.  Seperti tragedi Ampera, Proklamasi, Reformasi, semua itu berkat perjuangan para pemuda intelek ini.  Mereka maju dibarisan paling depan sebagai pembela rakyat yang tertindas dibawahnya.

Tapi, dari sekian banyak demonstrasi dan perjuangan mahasiswa…tidak semuanya benar2 didukung oleh rakyat, tidak semuanya benar2 membela kepentingan rakyat.  Ada juga rakyat yang merasa terganggu akan kegiatan aktifis mahasiswa ini, dan bahkan dari beberapa orang yang saya tanya malahan mayoritas mereka kurang setuju bila mahasiswa terlalu sering demo.  “sedikit2 demo, masalah inilah masalah itulah… kapan belajarnya ?” begitu kata orang ketika ditanya pendapatnya tentang kegiatan mahasiswa ini.

Memang benar, tanpa mahasiswa kita akui negara kita tidak akan bisa belajar dan rakyat wajib mengambil segi positifnya karena mereka benar2 membela kepentingan rakyat.  Akan tetapi sungguh disayangkan apabila bangku kuliah mereka tinggalkan gara2 sibuk mikirin politik, negara dan rakyat.

Menurut pengamatan saya yang juga pernah menjadi mahasiswa, terkadang para aktifis ini adalah orang yang cinta kampus, maksudnya saking cintanya lama selesai kuliahnya hehe.. peace… Apalagi pada saat Opspek, wuih para junior kadang benar2 ditindas seperti penjahat..  Kita yang junior harus menurut bila disuruh menyanyi, menari, menangis dan tindakan memalukan lainnya.. kalo membantah maka bisa parah urusannya, bahkan ada yang sampe berakhir di Rumah Sakit. Belum lagi terkadang ada yang suka tawuran antar fakultas atau antar universitas, bawa2 golok, lempar2 batu, sikap intelek kah itu?

Saya dulu juga berani berdemo menentang perlakuan2 senior pada saat Opspek, tapi alhasil malahan makin parah.. kami dianggap membangkang dan diceburkan ke parit.  Apa sih tujuannya dibentak2 dan dikasari gitu? Mahasiswa bukan militer, kalo di militer pukul perut, guling2, masuk parit itu kewajiban karena mereka tugasnya menentang maut dan harus berani mati.. kalo mahasiswa itu pejuang pena, pemikir dan penerus intelektual rakyat, sayang kalo mati sia2 gara Opspek.  O ya, terkadang pendidikan yang semi militer seperti akademi pelayaran ataupun STPDN juga suka niru2 gaya militer asli nih, wah disiplin boleh tapi jangan 100% ala militer donk, nanti uda jadi kapten atau camat suka mukul perut lagi.

Itulah sifat dasar orang kita, sebenarnya kita ini keras dan bandel… mengkritik orang lain tetapi sebenarnya kita sendiri belum tentu paling benar.  Sekarang, dimana sikap intelektual mahasiswa ? Benarkah mereka benar2 membela kepentingan rakyat? Atau hanya sekedar hoby dalam berorganisasi?  Kebenarannya bisa kita atau anda pikirkan sendiri.  Tulisan ini bukan untuk mengkritik, tetapi hanya mencari kebenaran… kalo anda biasa mengkritik pemerintah, anda juga harus siap di kritik rakyat. Saya rakyat lho… he..

Ya, artinya kita semua harus sama2 mawas diri… lanjutkan perjuanganmu Mahasiswa, tetapi pengabdian bukan hanya sekedar dijalan atau politik, membangun dan merubah bangsa kita menjadi lebih baik adalah perjuangan yang lebih tepat.. belajar bersungguh2 untuk mencapai cita2, jangan selesai kuliah malah menambah jumlah pengangguran dan menyalahkan pemerintah.  Kita harus bisa mandiri dan memajukan negara kita tercinta ini dengan cara dan jalan yang tepat.  Dulu kita merdeka juga karena bangsa kita sudah cerdas, kalo kita bodoh maka kita akan mudah ditindas.

Jadi, mahasiswa bukan hanya sekedar membela rakyat, tetapi bela juga masa depan cerahmu, banggakan kedua orang tuamu, majukan kampung halamanmu, nah itu baru pemuda yang benar2 siap melanjutkan perjuangan bangsa kita untuk membangun.  Apakah itu benar? Mari cari kebenarannya…