Justitia alias justice alias hukum, adalah suatu tindakan atau ketetapan yang dibuat dan diberikan bagi suatu kondisi tertentu yang merugikan pihak tertentu dan memberikan efek takut atau jera kepada pelakunya.  Namun apakah benar demikian? apakah menjamin dengan adanya hukum orang akan takut untuk melakukan perbuatan yang merugikan? atau hukum hanya digunakan untuk menjebak dan membunuh profik figur tertentu?  Dalam agama juga dikenal dengan istilah hukum, yang tujuannya sama dengan hukum di dunia pada umumnya.

Siapa sih yang mengatur dan membuat hukum? Tentunya pemerintah…tapi siapakah pemerintah itu? Presiden? DPR ? MPR? Polisi? Hakim? Mana nih yang benar?  Kalo yang buat hukum tuh Presiden… pastinya gampang saja bagi seorang SBY untuk menindak kasus2 hukum yang ada di Indonesia.  Misalnya dilema kasus Bibid dan Chandra yang notabene nya pemimpin KPK melawan penegak hukum seperti Polisi dan Kejaksaan, presiden justru tidak bisa menginstruksikan atau mengkoordinasikan anak buah2 nya itu.. meskipun akhirnya kasus tersebut menggantung dan akhirnya membebaskan Bibid dan Chandra.

Kalo begitu siapa nih yang buat hukum? DPR? Hmmm… kalo DPR (Dewan Perwakilan Rakyat / Wakilnya Rakyat) yang membuat berarti Rakyat sendiri yang membuat hukum.  Nah, untuk menjalankan dan mengawasi hukum ini ada yang namanya penegak hukum yaitu Polisi dan Kejaksaan/Pengadilan.  Sekarang sudah adilkah hukum yang berada di negara kita saat ini? Atau mungkin di negara lain apakah ada kedilan hukum?

Ternyata hukum hanyalah sebuah simbol, seharusnya dengan adanya hukum maka kriminalitas akan berkurang karena orang takut hukum.  Sayangnya tiap hari pengadilan dan sidang2 hukum tidak pernah sepi, mulai dari kasus ringan sampai kasus berat.  Penjara tidak pernah sepi, selalu saja ramai… Nah, kalo tindak pidana tidak ada dan semua masyarakat taat hukum siapa yang bakalan nganggur? Tentunya para penegak hukum bakal “sepi job” dan hanya dapat gaji pokok aja.

Dari semua aparatur negara yang mayoritas banyak job dan ditakuti adalah penegak hukum, apakah benar? Ya tidak semua benar, tetapi orang2 yang menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai penegak hukum sangat minoritas, apakah ini benar? Saya rasa kebenaran ini takkan mudah diungkap karena para pembela kebenaran juga sering menutupi kebenaran.

Kasus korupsi 14 Miliar hukumannya sama dengan anak yang tawuran, hebatnya lagi dia masih punya 14 Miliar yang menjamin kehidupannya.  Tentu tak heran seperti Artalyta Suryani bisa punya istana di penjaranya, ya karena dia punya banyak duit.  Lalu apa kata penegak hukum ketika ditanya akan kasus ini? “Bu Artalyta itu punya ribuan pegawai, kalo beliau kita kekang sepenuhnya maka pegawai banyak yang akan kehilangan pekerjaannya.” Apakah itu benar? Apakah dengan ditangkapnya Artalyta maka usahanya akan lumpuh total? Apa tidak ada orang lain seperti manajernya yang bisa mengendalikan usahanya? Dan salah sendiri mengapa bermain2 dengan hukum, itu adalah konsekuensinya.

Seperti kasus Tommy Soeharto yang juga nggak jelas, banyak dari kita aja tidak tahu dia divonis berapa tahun dan sekarang uda bebas bahkan Pede untuk maju sebagai politikus.  Seingat kita Tommy pernah diduga merencanakan pembunuhan terhadap hakiom agung yang pernah menuntutnya dan beberapa kasus lainnya.  Kalo rakyat biasa pembunuhan berencana bisa kena hukuman mati.  Demikian juga misteri kasus Antasari Ashar yang aneh itu, bisa saja dia benar2 dijebak dan terima ganjarannya untuk divonis mati. Ini membuktikan bahwa hukum kita sangat lemah bagi orang2 yang kuat… hukum bisa dibeli.. dan bisa juga digunakan untuk menjebak.  Dan rakyat lemah? Hanya bisa tunduk diam nggak berani berbuat apa2.  Apakah benar? Entah juga ya…

Masih ingat kasus Prita Mulyasari yang gara2 ngirim e-mail ke teman2nya jadi kena tuntut pihak RS?  Mana yang benar dari keduanya? Prita atau RS nya? Nah, tulisan ini nggak berniat menjelekkan atau memprovokasi lho… hanya mencari kebenaran jangan dijadikan bahan untuk menuntut hehe..

Rakyat pun menjadi berang dengan ketidakadilan ini, koin prita merupakan suatu bukti bahwa kebenaran dan keadilan sulit sekali dikupas.  Bahkan yang ingin mengupasnya pun bisa terancam bahaya. Jadi gimana nih? Begini salah begitu salah, mendingan diam kali ya..?

Kebenaran hanya bisa dilihat dari satu sisi, sedangkan kesalahan bisa dilihat dari manapun… mari kita mencari kebenaran…