Rasa sayange rasa sayang sayange, eeh lihat dari jauh rasa sayang sayange…

Sebait lagu rasa sayange sudah kukenal sejak aku masih SD, dan aku lupa2 ingat asalnya darimana lagu ini… benarkah dari Ambon? Atau memang tidak tahu secara pasti dari mana asalnya, karena penciptanya juga kita tidak tahu… Mendadak tiba2 lagu ini menjadi kontroversial, dimana negara tetangga Malaysia mengklaim bahwa ini lagu asli dari Malaysia dengan menampilkan lagu ini di salah satu iklan visit Malaysia nya.  Benarkah lagu ini asli dari Malaysia? Dimana kebenarannya?

Saya bukan pengamat sejarah, atau sok2 tahu tentang sejarah… perlu kita cari tahu kebenaran yang sebenar2nya.  Mengapa kita harus ribut kalo kita tidak cari tahu kebenarannya dulu…  Aku menggemari film2 P. Ramlee yang merupakan artis terkenal Malaysia di tahun 60-70an, film2nya kocak dan tidak pernah bosan menontonnya… ada salah satu filmnya yang berjudul “Bujang Lapok” yang memiliki banyak sequel, dimana tiga orang bujang yang tidak laku2 (tidak dapat cewek/istri) sedang mencari pekerjaan yang tepat untuknya.  Dalam film ini tiga orang bujang an ini tertarik dengan iring2an mobil yang membawa wayang orang masuk ke kampungnya, iring2an mobil ini menyanyikan lagu Rasa Sayange dengan menggunakan terompet (atau mungkin tanjidor gitu deh) dan mengundang banyak orang untuk menontonnya.

Sekarang kalo kita telaah, film P. Ramlee tersebut masih tidak berwarna (hitam putih) berarti itu sekitar tahun 60an sebelum ada TV warna.  Berarti lagu Rasa Sayange sudah dikenal orang Malaysia sejak tahun tersebut… dan membudaya ditelinga masyarakatnya, wajarlah mereka menganggap bahwa lagu tersebut berasal dari negaranya.  Jadi sekarang siapa yang salah? Dan dimana letak kebenarannya? Bahkan menteri pariwisata Malaysia berani Adnan Tengku Mansor mengatakan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu kepulauan Nusantara (Malay archipelago)… apakah anda juga bisa buktikan kebenarannya?

Anda sendiri yang juga orang Indonesia apakah kalian hafal lirik lagu rasa sayange..? lalu kalo tidak hafal bagaimana mungkin bisa membela rasa sayange asli milik Indonesia? Masyarakat sekarang cenderung tidak mau menjaga budayanya, mereka lebih asyik dengan budaya baru yang akhirnya mengikis budaya asli mereka sendiri.  Jujur saya benci nonton film Indonesia yang bahasanya pake bahasa gaul Jakarta (pake loe gue2) dan perilakunya juga perilaku kota besar Jakarta.  Mengapa? Indonesia ini dari Sabang sampe Merauke… banyak sekali tempat dan budaya yang berbeda2… mengapa filmnya hanya menggambarkan kehidupan mewah Jakarta? Bahasa yang digunakan juga bukan murni bahasa Indonesia, lama2 orang luar mengira bahasa Jakarta itu bahasa Indonesia.  Kita sendiri tidak bisa menjaga budaya kita… tuh liat film2 jaman dulu, masih bagus bahasanya dan gak bosen.

Kembali ke lagu rasa sayange… tau gak kira2 dari mana asalnya?  Kalo kita telaah, bahasa daerah kita amatlah banyak… setahu saya bahasa yang ujungnya pake ‘E’ itu bahasa orang Ambon… kira2 orang Ambon hafal gak lagu rasa sayange? Atau hanya sibuk mikirin kerusuhan antar etnis di negara sendiri? Benar gak ya dari Ambon? Lalu mengapa Malaysia berani mengklaim itu miliknya? Padahal bahasa daerah Malaysia nggak ada yang ujungnya dari ‘E’ kental logat Ambon itu.  Aneh kan? Itulah susahnya budaya, kalo sudah mengakar maka akan susah nyari kebenarannya…

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikeras lagu “Rasa Sayange” adalah milik Indonesia karena ia merupakan lagu rakyat yang telah membudaya di provinsi Maluku sejak leluhur, sehingga klaim Malaysia itu adalah salah. Gubernur melihat bukti otentik bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu rakyat Maluku, dan setelah bukti tersebut terkumpul, akan diberikan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor menyatakan bahwa rakyat Indonesia tidak bisa membuktikan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu rakyat Indonesia. Bagaimanapun, bukti tersebut akhirnya ditemukan. ‘Rasa Sayange’ diketahui direkam pertama kali di perusahaan rekaman Lokananta Solo 1962.  Pada tanggal 11 November 2007, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim, mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik Indonesia.

Tentang bukti rekaman “Rasa Sayange”, bukti lagu tersebut direkam oleh Lokananta, Solo, Indonesia pada tahun 1962 dalam piringan hitam Gramophone. Rekaman master dari piringan ini masih disimpan oleh Perum PNRI Cabang Surakarta yang dahulunya adalah PN Lokananta. Ini dikenal sebagai rekaman pertama terhadap lagu ini. Piringan hitam tersebut didistribusikan sebagai souvenir kepada partisipan Asian Games ke 4 tahun 1962 di Jakarta, dan lagu “Rasa Sayange” adalah salah satu lagu rakyat Indonesia di piringan tersebut, bersama dengan lagu etnis lain Indonesia seperti Sorak-sorak Bergembira, O Ina ni Keke, dan Sengko Dainang.

Lagu ini juga pernah dinyanyikan dalam Bahasa Hindi oleh Mohd Rafi dan Lata Mengeshkar dalam film Singapore 1960 yang diperan oleh Shammi Kapoor dan Padmini. Lagu ini juga ditayangkan dalam film Insulinde, film yang menggambarkan Hindia Belanda tahun 1937 – 1940.

Namun, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa Malaysia menyebutkan bahwa mereka mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik bersama, antara Indonesia dan Malaysia.

Jadi, mana yang benar? Apakah anda tahu kebenarannya? Atau tulisan ini salah?

Rasa Sayange

Refrain:
Rasa sayange… rasa sayang sayange…
Eeee lihat dari jauh rasa sayang sayange

Bait:
Mana kancil akan dikejar, kedalam pasar cobalah cari…
Masih kecil rajin belajar, sudah besar senanglah diri

Si Amat mengaji tamat, mengaji Qur’an di waktu fajar…
Biar lambat asal selamat, tak kan lari gunung dikejar

Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi…
Kalau ada umurku panjang, boleh kita berjumpa lagi