“Saudara anda terkena Kanker Stadium 3, umurnya diperkirakan mungkin tinggal 5 bulan lagi” vonis seorang dokter ahli kepada seorang saudara pasiennya.  Betapa tidak, berita tersebut langsung memecah isak tangis keluarga dan semua yang mendengarnya.  Sang pasien yang juga mendengar berita itu juga menjadi ketakutan dan lemah… wajahnya murung dan hanya bisa pasrah.  Semenjak dikenalnya pengobatan modern dalam dunia kedokteran, seringkali kita mendengar vonis seperti itu.  Padahal dulu rasanya jarang sekali kita mendengar seorang pasien di vonis umurnya tinggal berapa.

Ironis memang, bukankah jodoh, rezeki, hidup, dan mati berada di tangan Tuhan? Semua itu menjadi rahasia Tuhan yang tidak mungkin diketahui oleh manusia.. manusia hanya dapat meramalkan tetapi itupun hanya sebatas ramalan.  Toh ternyata banyak sekali kasus yang ketika dokter memvonis usia pasiennya tidak lama lagi justru pasien itu sembuh dan hidup hingga saat ini.  Tetangga saya ketika sakit keras di prediksi umurnya tinggal seminggu, akhirnya ia berjuang mati2an selama seminggu itu dengan berobat sendiri lewat alternatif akhirnya sembuh dan sehat hingga sekarang.  Jadi, apa maksudnya dokter berani memvonis hal itu? Ilmu kedokteran tidak bisa dihubungkan dengan takdir Tuhan, meskipun orang tersebut sudah sangat parah bila memang belum saatnya ia mati maka ia tetap akan hidup.  Karena dokter juga manusia dan hanya berbekal akal pikiran, bukan penentu dan peramal takdir.

Tapi ini ada kejadian nyata lho, suatu ketika ayahnya teman saya pergi ke dukun china (lau ya) untuk mengobati penyakitnya… tapi begitu kesana justru lau ya itu meramalkan bahwa umurnya tidak lama lagi.  Terang saja ayah teman saya marah2 karena meramal seenaknya… akhirnya ayah teman saya pun pulang, dan terlihat murung beberapa hari.. Dan akhirnya tidak beberapa lama beliaupun meninggal secara mendadak ketika sedang mandi didepan rumahnya.

Memang terkadang hidup ini bisa diramalkan, seperti misalnya vonis hukuman mati seorang narapidana.. tentunya sang narapidana sudah tahu berapa sisa umurnya dari kapan tanggal eksekusi hukuman mati yang akan ia jalankan.  Atau mungkin seorang pembom bunuh diri yang tahu kapan ia akan melakukan aksinya… mereka semua tahu kapan mereka akan mati.  Tentu semua adalah kehendak dan takdir dari Tuhan, lalu apakah bunuh diri juga merupakan takdir? Atau hanyalah sebagai sebab? Artinya dia mati disebabkan karena bunuh diri.  Atau dia melanggar takdir yang telah ditetapkan Tuhan? Yang jelas didalam Agama sudah dijelaskan bahwa bunuh diri itu dosa apapun alasannya.  Lantas sang pengeksekusi hukuman mati posisinya sebagai apa? Apakah sebagai pembunuh? Bukankah pembunuh juga ada hukumannya? Entahlah kita tidak tahu kebenarannya…

Lalu, bagaimana orang yang mengatasnamakan jihad? Dalam Islam dikenal dengan istilah Jihad, yaitu berperang membela Agama.. tak tanggung2 yang dijanjikan adalah Surga.  Tak heran banyak sekali pembom bunuh diri yang berani melakukan aksinya dan tidak takut mati.. mereka yakin akan mati syahid dalam aksinya.  Benarkah demikian? Seberapa benar.. ini menjadi pro dan kontra sesama umat muslim di negara kita.

Memang benar, berjuang membela Agama atau jihad itu sangat mulia dimata Tuhan.. tetapi arti jihad yang sebenar2nya adalah berjuang dan dalam kondisi perang.  Artinya perang yang sesungguh2nya perang, misal seperti di Palestina yang terang2an di tindas Israel yang sebenarnya diboncengi Amerika.. bukan Indonesia yang sedang damai dan tentram.  Meskipun ada perbedaan Agama diantara kita, bukan berarti kita boleh menyatakan perang kepada siapa saja yang dianggap musuh Agama.  Tulisan ini tidak membela Agama manapun, disini yang kita cari adalah kebenaran…  Kata perang yang sebenarnya adalah senjata melawan senjata, artinya anda bersenjata hendak membunuh saya yang juga bersenjata yang hendak membunuh anda.. lain halnya menindas atau menzhalimi, itu artinya anda bersenjata sedangkan saya tidak, dan anda hendak membunuh saya yang tidak berdaya tanpa senjata.

Melakukan bom bunuh diri berarti memiliki senjata dan membunuh secara diam2 tanpa diberitahu bahwa ia akan membunuh… apakah benar itu jihad?  Beda dengan gerilya, kalo perang gerilya memang membunuhnya diam2 tetapi yang dibunuh adalah tentara yang bersenjata tetapi tidak mengorbankan dirinya untuk membunuh.  Berarti bom bunuh diri sama saja dengan bunuh diri biasa, hanya saja ia berdampak membunuh orang yang disekitarnya juga yang belum tentu berdosa seperti yang ia fikirkan.  Amerika adalah musuh!! Bukankah Amerika juga ada muslimnya? Lantas apakah semua orang Amerika juga pantas dibunuh? Apapun alasannya benar atau tidak bom bunuh diri itu jihad kita tidak tahu kebenarannya…

Tulisan ini salah? Atau anda merasa benar?