Mana Yang Benar?  Jangan baca ini bila anda merasa benar… dan jangan baca ini karena tulisan ini salah

Kebenaran, itulah yang dicari2 dalam kehidupan ini… mengapa harus dicari? karena kebenaran selalu ditutupi oleh ketidakjujuran, kebohongan, kemunafikan, dan keanehan.  Bingung mencari kebenaran… siapa yang benar? mana yang benar? apa yang benar? kita tidak tahu secara pasti apa itu kebenaran.  Kebenaran hanya benar disalah satu sisinya saja, sisi lain menganggap hal itu salah.. Ada yang merasa dirinya benar, tetapi ada yang merasa dirinya salah.. ada pro.. ada kontra.  Intinya kebenaran tidak akan pernah digapai dan tidak pernah tepat…

Kita seringkali bingung dengan arti kebenaran, pernah kita melihat ada dua orang yang berdebat masalah agama mereka… yang satu mengatakan bahwa agamanya yang benar, dan yang satunya lagi juga mengatakan bahwa agamanya juga benar.  Seperti halnya terroris, mereka menganggap bahwa aksi bom bunuh diri itu adalah sebagai jihad karena mereka merasa bahwa merekalah yang benar dan Amerika adalah musuh agamanya.  Demikian pula Amerika, mereka menganggap bahwa merekalah yang benar dan terroris itu salah mereka harus dimusnahkan.  Pada intinya kedua2nya sama saja merasa diri mereka paling benar, sang terroris yakin bahwa dengan jalannya tersebut ia akan mendapatkan pahala dan ia merasa membela kaumnya.. dilain pihak Amerika merasa bahwa mereka adalah penyelamat dunia dan terroris adalah musuh dunia.

Terlepas dari masalah itu, ada seorang  pencuri yang ditangkap dan dihukum karena perbuatannya… ia dituduh bersalah karena telah mencuri emas milik seorang pengusaha kaya.  Tetapi sang pencuri didalam hatinya merasa dirinya benar, karena ia lakukan itu semata2 karena ingin menyambung hidupnya.  Banyak cara yang halal… mengapa kamu mencuri? jawabnya entahlah… terkadang cara yang halal sangat sulit dilakukan sementara cara singkat dengan mencuri lebih mudah ia lakukan.  Kemudian selanjutnya angka kriminal meningkat dengan adanya pencuri ini, siapa yang disalahkan? tentunya pemerintah karena minimnya lowongan kerja sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat rendah dan akibatnya tingkat kriminalitas meningkat.  Lalu apa kata pemerintah? Kriminalitas meningkat bukan mutlak hanya karena tingkat kesejahteraan yang rendah, tetapi disiplin masyarakatnya juga penting.  Coba lihat Negara maju yang kesejahteraannya jauh diatas kita, apakah menjamin bahwa kriminalitas mereka rendah? Bahkan kriminalitas mereka jauh lebih canggih, justru orang kaya yang menjadi kriminal seperti mafia, triad, dan komplotan orang kaya yang memiliki senjata lebih hebat dari polisi.  Lalu mana yang benar? Masyarakatnya atau pemerintahnya? Saya yakin biar diganti dengan presiden A, presiden B, atau C tidak akan jauh berubah selama kebenaran tidak disadari kita semua.

Seorang anak protes karena jawabannya pada salah satu soal fisika dianggap salah oleh gurunya, sang anak mengatakan bahwa cara yang ia lakukan untuk mendapatkan jawaban adalah benar.  Namun sang guru merasa bahwa itu adalah salah, bertahun2 ia mengajar ia melakukan cara yang sama untuk menjawab soal tersebut… ia merasa ia paling benar dan sudah selayaknya seorang guru lebih benar dari muridnya karena soal tersebut dia yang membuat.  Jadi siapa yang benar?

Pedagang kaki lima memaki-maki Satpol PP yang membongkar lapak dagangan mereka.. mereka menganggap bahwa tidak ada keadilan, “kami hanya rakyat kecil yang mau cari makan… bila seperti ini bagaimana kami bias hidup?” begitu kata seorang pedagang.  Namun Satpol PP dengan tegas berkata, “ini jalur hijau!!! Kan sudah ada tanda larangan bahwa dilarang berjualan disini!”  Nah, siapa yang benar? Pedagang merasa benar karena ia ingin menyambung hidupnya, sedangkan petugas juga merasa benar karena ia bertugas untuk menjalankan perintah dan peraturan yang berlaku.  Saya jamin biarpun diganti Walikota A, Walikota B, Bupati A, Bupati B, tidak akan pernah didapat yang namanya keadilan.  Karena timbangan keadilan masih berat sebelah, semua merasa benar dan semua menganggap salah.

Tempatnya Salah

Ternyata kita manusia ditakdirkan sebagai tempatnya salah, artinya tidak ada manusia yang benar.  Kita sejak lahir sudah banyak berbuat salah, dari lahir kita sudah berbuat salah.  Sejak didalam perut kita sudah menyerap nutrisi dari ibu yang mengandung kita sehingga kita merugikan kesehatan ibu.  Waktu melahirkan ibu kita mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan kita, belum lagi orang tua kita harus mengeluarkan uang untuk proses kelahiran.  Sewaktu kecil kita sering mengompol, berak, dan menangis ditengah malam sehingga merepotkan orang tua kita.  Tidak ada yang benar, semuanya salah… dan semua merasa dirinya benar tidak salah… bingung?

Perbedaan

Semua agama benar, karena semuanya mengajarkan kebenaran… lalu mengapa kita berbeda? Mengapa ada yang memeluk agama A, ada yang memeluk agama B? kalo menurutnya semua agama benar? Dan sudah barang tentu bukan agama namanya kalo mengajarkan kesalahan.  Lalu kenapa kita harus ribut memikirkan perbedaan agama kita, mengapa kita tidak bisa hidup rukun?

Coba lihat ini kejadian nyata pada saat kerusuhan etnis di negeri kita beberapa tahun silam, gara2 masalah sepele seorang pemuda suku A membunuh pemuda suku B, akhirnya keluarga dari pemuda suku B tidak terima dan membawa2 nama suku dalam kasus ini… mereka mengatakan bahwa suku A bersalah karena membunuh pemuda dari sukunya. Suku A tentu membela diri karena mendapatkan ancaman, akhirnya bertempurlah kedua suku ini karena menganggap dirinya sama2 benar.  Apa hasilnya? Keduanya sama2 rugi… sama2 mati, tidak ada yang diuntungkan.

Bila kita fikir2, ternyata kebenaran hanyalah bisa dilihat dari satu sisi… ia bukan bersifat fleksibel, ia hanyalah sebuah rumus, ia hanyalah suatu kemutlakan.  Kebenaran hanyalah milik orang2 yang membuat kebenaran, orang yang berkuasa bisa dengan seenaknya membuat suatu hukum yang menurutnya benar sementara orang lain dipaksa untuk mengikuti aturan yang dianggap benar.  Kebenaran selalu menempel dengan yang namanya Keadilan, padahal adil itu sendiri juga sama saja… hanya bisa dilihat dari satu sisi… tidak ada manusia yang adil, dan tidak ada keadilan yang hakiki. Perbedaanlah yang membuat kebenaran itu menjadi samar2, namun kita semua berbeda bukan?  Bahkan dua orang yang kembar sekalipun punya perbedaan.

Bila anda juga merasa tulisan ini salah, saya menganggap anda salah… karena saya merasa diri saya benar.  Dan yakinkah anda benar jika tulisan ini salah? Jadi mana yang benar?