Category: Kepercayaan


Lagi, kasus ular berkepala manusia yang mengehbohkan… apakah ini benar? sebenarnya kalo yang ini susah kalo kita kait2kan kebenarannya karena ini bisa saja terjadi atas kehendak Allah SWT.  Secara logika yang jelas hal tersebut tidak mungkin karena genetika manusia dan ular sangat jauh berbeda sehingga fenomena ini akan dirasa tidak masuk akal manusia.

Menurut cerita, ular ini adalah jelmaan dari salah seorang jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah… dan yang menyedihkan orang tersebut ditenggarai berasal dari Kota Jember Jawa Barat.  Di ceritakan bahwa jemaah ini menghina (mungkin nyeletuk seperti itulah) di depan Ka’bah dengan mengatakan bahwa lempengan yang melindungi hajarul aswat seperti sarang ular.

Apa benar itu jemaah Haji dari negara kita? dan apa benar ini terjadi? wallahualam… yuk lihat videonya Klik Disini

Misteri Ka’bah

Ka’bah, rumah Allah… sejuta ummat muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu2 Allah sang maha pencipta.  Kiblatnya (arah) ummat muslim dalam melaksanakan sholat, dari negara manapun semua ibadah sholat menghadap ke kiblat ini.. yaitu Ka’bah.  Banyak sekali misteri yang belum dapat digali dari adanya Ka’bah ini seperti :

-          Mengapa Ka’bah terletak di Masjidil Haram (Mekkah, Saudi Arabia) ?

-          Apakah batu hajar aswat itu dan mengapa itu berada di Ka’bah ?

-          Mengapa Ka’bah menjadi arah atau kiblat ummat muslim ?

-          Dan masih banyak pertanyaan lainnya,

Mari kita mengkaji misteri tentang Ka’bah ini berdasarkan berbagai sumber yang saya baca… namun ini bukan untuk mencari kebenarannya seperti yang saya tuliskan, tetapi ini sebagai renungan dan ilmu yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita agar semakin percaya dan memperkuat iman.

Ka’bah sebagai Kiblat

Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran  menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah  di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Jadi, mengapa Ka’bah menjadi kiblat seuluruh ummat muslim dunia ? karena Ka’bah adalah pusat atau sumbu dunia.  Hal ini juga terkait dengan keberadaannya sebagai rumah Allah yang menjadi pusat spiritual hubungan antara ruh manusia dengan sang penciptanya.  Jadi sholat yang kita lakukan adalah untuk makanan rohani kita.

Mengapa terletak di Kota Mekkah ?

Berdasarkan sejarah dibangunnya Ka’bah, Sepintas lalu bahwa ayat di atas mengatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah orang yang pertama membangun Ka’bah dipermukaan bumi ini, seperti dipahami oleh sebagian kaum muslimin. Padahal bila dicermati, sebelum Nabi Ibrahim menginjakkan kakinya ke tanah Mekkah sudah ada bangunan Ka’bah yang telah dibangun oleh malaikat dan generasi sebelum Nabi Ibrahim as. Hal itu dapat dipahami dari kata “Yarfa’u” meninggikan berarti meninggikan bangunan yang
suda ada.

Pertama Generasi Malaikat, dua ribu tahun sebelum Nabi Adam diciptakan Malaikat sudah membangun Ka’bah di bumi ini atas perintah Allah SWT. Di dalam Alquran dijelaskan bahwa ketika Allah SWT hendak menciptakan Nabi Adam as, Allah SWT berfirman kepada malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi, lalu para malaikat bertanya: Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi ini, orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau. (QS. al-Baqarah : 30). Ketika itu Allah menjawab: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
(QS. al-Baqarah: 30).

Riwayat menceritakan bahwa Ka’bah pada masa itu terletak di atas buih yang keras, yaitu benda pertama yang muncul di bumi ini, Maha Benarlah Allah Swt. yang telah berfirman: Sesungguhnya rumah yang pertama dibangun di muka bumi ini adalah di Makkah. (QS. Ali Imran: 96).

Menurut penglihatan dari kamera satelite NASA, mereka melihat ada satu cahaya yang bersinar dari bumi dan sinarnya begitu kemilau ketika dilihat dari satelite tersebut.  Setelah diperbesar, ternyata cahaya kemilau itu berasal dari Masjidil Haram atau Ka’bah.

Bila kita membaca kembali tentang Misteri 7 Lapisan Langit danperjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, ternyata dimensi kita saling berkaitan dengan dimensi lainnya.. artinya ditempat yang sama kita pijak sekarang juga letaknya sama dengan dimensi lainnya hanya saja dimensinya yang berbeda.  Itu berarti pintu menuju Sidratul Muntaha terletak di Masjidil Aqsa Palestina karena sebenarnya Rasulullah tidak berpindah kemanapun melainkan tetap berada di Masjidil Aqsa hanya saja beliau pindah dimensi.  Dan kemudian beliau menuju Sidratul Muntaha  – artinya Sidratul Muntaha di dimensi tertinggi  yang sebenarnya adalah di Masjidil Haram atau Ka’bah di dimensi kita … Benar gk ya? Wallahualam.

Batu Hajar Aswat

Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail berupaya keras untuk menyelesaikan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.

Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah. Nabi Ibrahim berkata Nabi Ismail berkata, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.”

Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik.

Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?”

Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).”  Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswat itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah.

Sementara itu menurut penelitian mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah mesium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah) dan pihak mesium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :

Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.”

Sehingga dapat dikatakan bahwa Batu Hajar Aswat itu bukan berasal dari dunia kita, melainkan dari dimensi lain atau akhirat yang diturunkan ke dunia.. Wallahu’alam.

Maha benar Allah dengan segala firmannya…

Referensi :

http://www.acehforum.or.id/sejarah-pembangunan-kabah-t17975.html?s=ecc2f848ebf21f88125008ef15337453&

http://www.sumbawanews.com/berita/agama/misteri-kabah-yang-menggegerkan-nasa.html

http://infokito.wordpress.com/2007/12/07/asal-usul-hajar-aswad/

Bila anda belum membaca postingan saya sebelumnya, dianjurkan baca dulu karena di khawatirkan kurang nyambung dengan tulisan yang akan saya sampaikan ini.  Pada tulisan sebelumnya saya menulis tentang Misteri Luas Alam Semesta dan Ramalan Perbintangan.  Pada tulisan ini saya mau mencoba menggali kebenaran dari 7 lapis langit seperti yang diceritakan dalam kisah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Tulisan ini dimaksudkan bukan untuk mencari kebenaran dan mematahkannya tetapi mencari kebenaran dari teori dan cerita yang pernah didengar oleh saya sebelumnya.  Jadi anggaplah ini sekedar cerita atau sharing yang letak kebenaran sesungguhnya ada didalam kalbu kita masing2.  Ehm… langsung aja kita mulai ceritanya… duduk yang manis dan jangan melotot kayak gitu, jangan lupa sediakan kopi jadi bisa baca sambil ngopi.. :D

O ya, buat yang non muslim juga boleh membaca tulisan ini, siapa tahu bisa menjawab keraguan anda dan mohon jangan diperdebatkan.. cukup kita fikirkan kebenarannya gitu aja.. karena kita sesama mahluk ciptaan Tuhan diberikan akal dan fikiran, ingat musuh utama kita bukan perbedaan akan tetapi Setan.. okeh?  Sekali lagi tulisan ini saya rangkum dari sumbernya dan bukan sepenuhnya saya tulis, namun ada beberapa pendapat yang saya tuliskan disini.

7 lapisan langit dan kaitannya dengan dimensi

Sekarang kita bicarakan dari segi ilmu manusia, dan mudah2an ini bisa dipahami… karena gw sendiri berkunang2 waktu mempelajari dan membacanya..he..

Bila membaca sejarah Isra’ Mi’raj nabi, kemungkinan yang dimaksud 7 lapisan langit di sini bukan berarti langit tersebut menumpuk secara berlapis-lapis seperti kue lapis, tapi ketujuh lapisan tersebut semakin meningkat kedudukannya sesuai dengan bertambah tingkat dimensinya.

Pertambahan tingkat dimensi ketujuh lapisan langit tersebut hanya bisa digambarkan dengan memproyeksikannya ke langit pertama (dimensi ruang yang dihuni oleh kita) yang berdimensi tiga. Karena hanya ruang berdimensi tiga inilah yang bisa difahami oleh kita. Secara analog, kita bisa membuat perumpamaan sebagai berikut :

Pada gambar 1 tampak bahwa sebuah garis berdimensi 1 tersusun dari titik-titik dalam jumlah tak terbatas. Sama kayak istilah pixel dalam desain grafis, dimana gambar yang tercipta adalah himpunan titik2 yang sangat banyak dan dengan warna yang beragam sehingga membentuk pola tertentu menjadi gambar.  Titik2 ini akan membentuk garis yang kemudian garis-garis tersebut disusun dalam jumlah tak terbatas hingga menjadi sebuah luasan berdimensi 2 (Gambar 2). Dan jika luasan-luasan serupa ini ditumpuk ke atas dalam jumlah yang tak terbatas, maka akan terbentuk sebuah balok (ruang berdimensi 3).

Kesimpulannya adalah sebuah ruang berdimensi tertentu tersusun oleh ruang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas. Atau dengan kata lain ruang yang berdimensi lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas akan menyusun menjadi ruang berdimensi yang lebih tinggi. Misalnya, ruang 3 dimensi – dimensi ruang yang sekarang dihuni oleh kita ini – dengan jumlah tak terbatas menyusun menjadi satu ruang berdimensi empat.  Demikian seterusnya sehingga setiap dimensi yang satu dengan yang lain saling berkaitan.

Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

Langit pertama

Ruang berdimensi 3 yang dihuni oleh makhluk berdimensi 3, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan lain-lain yang tinggal di bumi beserta benda-benda angkasa lainnya dalam jumlah yang tak terbatas. Namun hanya satu lapisan ruang berdimensi 3 yang diketahui berpenghuni, dan bersama-sama dengan ruang berdimensi 3 lainnya.  Jadi dimensi 3 adalah dimensi yang sangat kasar dan padat, sehingga dapat diraba dan dilihat dengan kasat mata. Alam semesta kita ini menjadi penyusun langit kedua yang berdimensi 4.  Benarkah demikian? Mari difikirkan bersama kebenarannya..

Langit kedua

Ruang berdimensi 4 yang dihuni oleh bangsa jin beserta makhluk berdimensi 4 lainnya. Sehingga mahluk di dimensi 3 tidak akan bisa melihat mahluk di dimensi 4, tetapi mahluk dimensi 4 kemungkinan bisa melihat mahluk dimensi 3.  Ruang berdimensi 4 ini bersama-sama dengan ruang berdimensi 4 lainnya membentuk langit yang lebih tinggi, yaitu langit ketiga.

Langit ketiga

Ruang berdimensi 5 yang di dalamnya “hidup” arwah dari orang-orang yang sudah meninggal atau mungkin alam kubur.  Mereka juga menempati langit keempat sampai dengan langit keenam tergantung tingkatannya. Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, diceritakan bahwa Rasulullah bertemu dengan nabi2 terdahulu yang berbeda2 disetiap lapisannya.  Langit ketiga ini bersama-sama dengan langit ketiga lainnya menyusun langit keempat dan seterusnya hingga langit ketujuh yang berdimensi 9.

Bisa dibayangkan betapa besarnya langit ketujuh itu. Karena ia adalah jumlah kelipatan tak terbatas dari langit dunia (langit pertama) yang dihuni oleh manusia. Berarti langit dunia kita ini berada dalam struktur langit yang enam lainnya, termasuk langit yang ketujuh ini. Jika alam akhirat, surga dan neraka terdapat di langit ke tujuh, maka bisa dikatakan surga dan neraka itu begitu dekat dengan dunia kita tapi berbeda dimensi.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa langit dunia kita ini merupakan bagian dari struktur langit ketujuh. Berarti alam dunia ini merupakan bagian terkecil dari alam akhirat. Penjelasan ini sesuai dengan hadist Nabi:

“Perbandingan antara alam dunia dan akhirat adalah seperti air samudera, celupkanlah jarimu ke samudera, maka setetes air yang ada di jarimu itu adalah dunia, sedangkan air samudera yang sangat luas adalah akhirat”.

Perumpamaan setetes air samudera di ujung jari tersebut menggambarkan dua hal:

1.Ukuran alam dunia dibandingkan alam akhirat adalah seumpama setetes air di ujung jari dengan keseluruhan air dalam sebuah samudera. Hal ini adalah penggambaran yang luar biasa betapa luasnya alam akhirat itu.

2.Keberadaan alam dunia terhadap alam akhirat yang diibaratkan setetes air berada dalam samudera. Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa alam dunia merupakan bagian dari alam akhirat, hanya ukurannya yang tak terbatas kecilnya. Begitu juga dengan kualitas dan ukuran segala hal, baik itu kebahagiaan, kesengsaraan, rasa sakit, jarak, panas api, dan lain sebagainya, di mana ukuran yang dirasakan di alam dunia hanyalah sedikit sekali.

Berbagai ruang dimensi dan interaksi antar makhluk penghuninya

1. Langit pertama atau langit dunia

Seperti disebutkan pada ayat 11-12 Surat Fushshilat di atas, maka yang disebut langit yang dekat tersebut adalah langit dunia kita ini atau disebut juga alam semesta kita ini. Digambarkan bahwa langit yang dekat itu dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang, dan memang itulah isi yang utama dari alam semesta. Bintang-bintang membentuk galaksi dan kluster hingga superkluster. Planet-planet sesungguhnya hanyalah pecahan dari bintang-bintang itu. Seperti tata surya kita, matahari adalah sebuah bintang dan sembilan planet yang mengikatinya adalah pecahannya, atau pecahan bintang terdekat lainnya. Sedangkan tokoh utama di langit pertama ini adalah kita manusia yang mendiami bumi, planet anggota tata surya.

Langit pertama ini tidak terbatas namun berhingga. Artinya batasan luasnya tidak diketahui tapi sudah bisa dipastikan ada ujungnya. Diperkirakan diameter alam semesta mencapai 30 miliar tahun cahaya. Artinya jika cahaya dengan kecepatannya 300 ribu km/detik melintas dari ujung yang satu ke ujung lainnya, maka dibutuhkan waktu 30 miliar tahun untuk menempuhnya.

Penjelasan gambar:

Apabila digambarkan bentuknya kira-kira seperti sebuah bola dengan bintik-bintik di permukaannya. Di mana bintik-bintik tersebut adalah bumi dan benda-benda angkasa lainnya. Apabila kita berjalan mengelilingi permukaan bola berkeliling, akhirnya kita akan kembali ke titik yang sama. Permukaan bola tersebut adalah dua dimensi. Sedangkan alam semesta yang sesungguhnya adalah ruang tiga dimensi yang melengkung seperti permukaan balon itu. Jadi penggambarannya sangat sulit sekali sehingga diperumpamakan dengan sisi bola yang dua dimensi agar memudahkan penjelasannya.

2. Langit kedua

Seperti diterangkan sebelumnya bahwa setiap lapisan langit tersusun secara dimensional. Diasumsikan bahwa pertambahan dimensi setiap lapisan adalah 1 dimensi. Jadi apabila langit pertama atau langit dunia kita ini berdimensi 3, maka langit kedua berdimensi 4. Langit kedua ini kemungkinan dihuni oleh makhluk berdimensi 4, yakni bangsa jin.

Penjelasan gambar:

Apabila digambarkan posisi langit kedua terhadap langit pertama adalah seperti gambaran balon pertama tadi. Di mana bagian permukaan bola berdimensi 2 adalah alam dunia kita yang berdimensi 3, sedangkan ruangan di dalam balon yang berdimensi 3 adalah langit kedua berdimensi 4. Jadi apabila kita melintasi alam dunia harus mengikuti lengkungan bola, akibatnya perjalanan dari satu titik ke titik lainnya harus menempuh jarak yang jauh. Sedangkan bagi bangsa jin yang berdimensi 4 mereka bisa dengan mudah mengambil jalan pintas memotong di tengah bola, sehingga jarak tempuh menjadi lebih dekat.

Deskripsi lain adalah seperti gambar berikut:

Bayangkanlah permukaan tembok dan sebuah ruangan yang dikelilingi oleh dinding-dindingnya. Umpamakan ada dua jenis makhluk yang tinggal di sana. Makhluk pertama adalah makhluk bayang-bayang yang hidup di permukaan tembok berdimensi 2. Sedangkan makhluk kedua adalah makhluk balok berdimensi 3. Ingatlah analogi alam berdimensi 3 dengan makhluk manusianya adalah permukaan tembok dan makhluk bayang-bayangnya, sedangkan alam berdimensi 4 dan makhluk jinnya adalah ruangan berdimensi 3 dengan baloknya.

Tampak dengan mudah dilihat bahwa kedua alam berdampingan dan kedua makhluk hidup di alam yang berbeda. Kedua makhluk juga mempunyai dimensi yang berbeda, bayang-bayang berdimensi 2 sedangkan balok berdimensi 3. Makhluk berdimensi 2, yaitu bayang-bayang tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, dia tetap berada di tembok, sedangkan makhluk berdimensi 3 yakni balok dapat memasuki alam berdimensi 2, yakni tembok. Bagaimanakah caranya balok bisa memasuki dinding yang berdimensi 2?

Balok yang berdimensi 3 memiliki permukaan berdimensi 2 yakni bagian sisi-sisinya. Apabila si balok ingin memasuki alam berdimensi dua, dia cukup menempelkan bagian sisinya yang berdimensi 2 ke permukaan tembok. Bagian sisi balok sudah memasuki alam berdimensi 2 permukaan tembok. Bagian sisi balok ini dapat dilihat oleh makhluk bayang-bayang di tembok sebagai makhluk berdimensi 2 juga. Analoginya adalah jin yang dilihat oleh kita penampakannya di alam dunia sebenarnya berdimensi 4 tetapi oleh indera kita dilihat sebagai makhluk berdimensi 3 seperti tampaknya sosok kita manusia.

3. Langit ketiga sampai dengan langit ketujuh

Langit ketiga sampai dengan keenam dihuni oleh arwah-arwah, sedangkan langit ke tujuh adalah alam akhirat dengan surga dan nerakanya. Analoginya sama dengan langit kedua di atas, karena pengetahuan kita hanya sampai kepada alam berdimensi 3.

Dapat diartikan bahwa sebenarnya alam semesta ini ada dalam satu ruang lingkup namun berbeda tingkatannya.  Tingkatan yang dimaksud disini adalah tingkatan kepadatan partikel dan dimensi penyusun bentuk atau zatnya.  Dengan demikian, dunia tempat kita berpijak ini titik koordinatnya sama dengan dunia pada dimensi lain hanya saja terpisah alam atau dimensi.  Nah, cerita ini agak sedikit berbeda ni dengan yang pernah saya tulis di Misteri Luas Alam Semesta dan Ramalan Perbintangan (2).

Tingkatan Mahluk dan Unsur Kehidupan

Ini dari pendapat saya sendiri setelah mengamati dan membaca banyak buku kemungkinan mahluk hidup yang ada dialam semesta ini tercipta dari beberapa tingkatan partikel atau penyusun jasadnya.  Dari adanya perbedaan dimensi tersebut maka dapat difikirkan bahwa mahluk hidup dan unsurnya juga memiliki beberapa tingkatan.  Mulai dari unsur yang keras dan padat, cair, gas, dan cahaya.  Partikel yang paling padat adalah benda keras dan tampak dengan kasat mata seperti kita manusia yang terbentuk dari banyak partikel padat, tanah, batu, pasir, debu, termasuk air, sedangkan partikel padat yang paling kecil adalah gas.  Mahluk yang tercipta dari partikel padat ini adalah seperti manusia, hewan, tumbuhan, beserta semua benda yang ada di alam semesta Dimensi 3 kita ini.

Partikel kedua adalah partikel halus yang tidak kasat mata seperti listrik, bau, suara, angin atau udara, partikel ini memiliki unsur penyusun tetapi sangatlah halus atau ghaib.  Misalnya listrik yang tersusun dari ion2 positif dan negatif, dan udara yang merupakan partikel ringan yang melayang atau Oksigen.  Partikel ini tidak dapat ditangkap dan dilihat tetapi dapat dirasakan serta dapat juga memberikan sentuhan, dorongan, panas, dingin, serta getaran.  Misalnya angin yang bergesek dengan benda padat akan menghasilkan suara, demikian pula suara yang kita keluarkan dari mulut adalah hasil gesekan antara angin yang keluar dari paru2 kita dengan pita suara.

Partikel yang paling halus lagi adalah api, dimana api ini sifatnya hidup, membutuhkan oksigen dan mengeluarkan unsur panas.  Api tidak dapat disentuh tetapi dapat dilihat karena adanya cahaya yang merupakan hasil dari pembakarannya dan dapat dirasakan yakni adanya panas.  Api juga memiliki warna sehingga cahaya yang dihasilkannya juga bisa menghasilkan warna tergantung unsur pembakarnya.  Mahluk yang tercipta dari api ini adalah sebangsa jin yang berada di Dimensi 4.

Partikel yang sangat halus adalah cahaya, cahaya ini sebenarnya berasal dari adanya api atau pembakaran.  Cahaya tidak terpengaruh dengan hukum2 fisika dan momentum.  Cahaya dapat mengisi ruang gelap, dan dapat pula berwarna sesuai dengan warna dari unsur padat yang dipantulkannya.  Cahaya tidak dapat dipegang, kalaupun bisa dilihat sifatnya adalah semu… dan tidak bisa kita gambarkan dengan rumus kimia apapun.  Mahluk yang tercipta dari cahaya ini adalah bangsa Malaikat dan berada di Dimensi 9.

Selanjutnya ada lagi yang misteri, yaitu ruh… apakah ruh ini bisa digambarkan dengan lugas seperti yang dijelaskan dalam dimensi2 diatas?  Kemungkinan, ruh ini lebih halus lagi dari semua unsur yang kita kenal.. ruh inilah yang hidup dan kekal tidak mati.  Artinya meskipun jasad kita telah mati, akan tetapi itu tidak berlaku pada ruh.  Apakah benar ruh juga berada pada dimensi yang berbeda seperti yang dijelaskan pada cerita diatas?  Ruh orang yang telah mati akan tertahan sementara di alam atau dimensi lain sebelum akhirnya nanti dikumpulkan dan dihidupkan kembali, yaitu alam barzah.  Benarkah..? ini opini berdasarkan yang pernah saya baca dan dengar saja.  Ruh ini tidak terpengaruh oleh waktu, sehingga sifatnya kekal.

Dengan demikian berarti kita manusia adalah mahluk yang paling rendah unsur penyusunnya, itulah sebabnya mengapa bangsa jin tidak mau bersujud dihadapan Adam karena mereka merasa bahwa mereka mahluk yang lebih tinggi dari manusia.  Tetapi dari semua mahluk ciptaan Allah SWT, ruh kita adalah sama meskipun unsur penyusunnya berbeda.  Benarkah demikian? Belum tahu kebenarannya ni karena belum ada juga dalil dan teorinya atau mungkin saya belum pernah baca kali ya?

Zat Sang Pencipta

Zat sang maha pencipta adalah zat yang maha mulia dan maha sempurna, kita tidak akan bisa mengetahui seperti apa zatnya dan seperti apa bentuknya.  Allah SWT tidak berada di dimensi manapun, tapi meliputi semua dimensi itu. Wajah Allah tidak serupa dengan wajah manapun. Dalam keberadaannya,Tuhan tidak bukan berada di sini bukan di situ, bukan begini bukan begitu. Tidak ada yang bisa menjelaskan kecuali Allah sendiri yg menjelaskan.

Muhammad SAW sendiri terpesona dan tidak mampu berkata apa-apa ketika berhadapan dengan Allah Swt, lalu beliau tersungkur dan tidak mampu memandang. Nabi Musa As pun tersungkur menatap kehadiran Allah di bukit Sinai, untuk itu Allah “terpaksa” menghadirkan simbol di dimensi ketiga berupa pancaran api yang membakar ilalang agar Musa sanggup menghadapinya.

Keajaiban Isra dan Miraj

Cerita mengenai luasnya alam semesta ini sebenarnya bisa dijelaskan melalui peristiwa perjalanan Rasulullah saat Isra’ Mi’raj… Saya aja baru menyadari akan hal ini, padahal dari kecil acara Isra’ Mi’raj selalu saya ikuti tapi maksudnya yang diambil hikmahnya hanya perintah menunaikan ibadah Sholat lima waktu.  Ternyata ada ilmu pengetahuannya juga bila kita lihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu segi keilmuan.

Allah Swt berfirman di dalam Alquran Surah Al-Israa’ ayat 1:

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda–tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan kehendak dari Rasulullah Saw sendiri, tapi merupakan kehendak Allah Swt. Untuk keperluan itu Allah mengutus malaikat Jibril as (makhluk berdimensi 9) beserta malaikat lainnya sebagai pemandu perjalanan suci tersebut. Dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah Saw dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu.

Selain Jibril as dan kawan-kawan, dihadirkan juga kendaraan khusus bernama Buraq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama Buraq berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Perjalanan dari kota Makkah ke Palestina berkendaraan Buraq tersebut ditempuh dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.

Pertanyaan mendasar adalah bagaimanakah perjalanan dengan kecepatan cahaya itu dilakukan oleh badan Rasulullah Saw yang terbuat dari materi padat? Untuk malaikat dan Buraq tidak ada masalah karena badan mereka terbuat dari cahaya juga. Seandainya badan bermateri padat seperti tubuh kita dipaksakan bergerak dengan kecepatan cahaya, bisa diduga apa yang akan terjadi. Badan kita mungkin akan terserai berai karena ikatan antar molekul dan atom bisa terlepas.

Jawaban yang paling mungkin untuk pertanyaan itu adalah tubuh Rasulullah Saw diubah susunan materinya menjadi cahaya. Bagaimanakah hal itu mungkin terjadi?

Teori yang memungkinkan adalah teori Annihilasi. Teori ini mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.

Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron (anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (Multiexperiment Viewer) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk pasangan partikel proton.

Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.

Nah, kalau dihitung jarak Mekkah – Palestina sekitar 1500 km ditempuh dengan kecepatan cahaya, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 0,005 detik dalam ukuran waktu kita di bumi.

Sesampainya di Palestina tubuh Rasulullah Saw dikembalikan menjadi materi. Peristiwa ini mungkin lebih dikenal seperti teleportasi dalam teori fisika kwantum. Dari Palestina dilanjutkan dengan perjalanan antar dimensi ke Sidratul Muntaha, yakni dari langit dunia (langit pertama) ke langit kedua, ketiga sampai dengan langit ketujuh dan berakhir di Sidratul Muntaha.

Yang perlu dipahami adalah perjalanan antar dimensi bukanlah perjalanan berjarak jauh atau pengembaraan angkasa luar, melainkan perjalanan menembus batas dimensi. Karena walaupun tubuh Rasulullah Saw diubah menjadi cahaya seperti perjalanan dari Mekkah ke Palestina, tidak akan selesai menempuh perjalanan di langit pertama saja. Bukankah untuk menempuh diameter alam semesta diperlukan 30 miliar tahun dengan menggunakan kecepatan cahaya. Jadi bagaimana caranya?

Seperti telah disebutkan di atas dalam penjelasan posisi antar dimensi bahwa posisi langit kedua dengan langit pertama dianalogikan seperti sebuah ruangan berdimensi 3 dengan dinding tembok berdimensi 2. Makhluk bayangan berdimensi 2 di tembok tidak bisa memasuki ruangan berdimensi 3, kecuali ada bantuan dari makhluk berdimensi lebih tinggi, minimal dari makhluk berdimensi 3, yakni balok. Caranya si balok menempelkan salah satu sisinya ke tembok dan makhluk bayangan menempelkan diri ke sisi balok itu. Dengan menempel di sisi balok dan mengikutinya, makhluk bayangan bisa memasuki ruang berdimensi 3 dan meninggalkan wilayah berdimensi 2, yakni dinding tembok.

Begitulah kira-kira analogi bagaimana Rasulullah Saw melakukan perjalanan antar dimensi. Dengan kehendak Allah Swt, Jibril membawa Rasulullah Saw melakukan perjalanan dari langit pertama hingga langit ketujuh lalu ke Sidratul Muntaha. Perjalanan ini bukan perjalanan jauh seperti telah disebutkan tadi. Kejadian itu terjadi di tempat Rasulullah Saw terakhir duduk shalat di Masjidil Aqsa Palestina, karena ruang berdimensi 4, 5 dan seterusnya itu persis berada di sebelah kita, hanya kita tidak melihatnya dan tidak bisa mencapainya.

Wajar saja perjalanan Isra Miraj Rasulullah Saw dari Mekkah ke Palestina dan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha hanya terjadi dalam semalam. Bayangkan dalam zaman ketika pemahaman manusia tentang sains dan teknologi belum seperti sekarang, seorang Abu Bakar Ash Shiddiq Ra. Sahabat yang suci bisa beriman dan menerima kebenaran cerita Rasulullan Saw tanpa sanggahan.

Begitu dekatnya jarak alam dunia (langit pertama) dengan alam akhirat (langit ketujuh) yang sangat dekat sudah digambarkan oleh hadist dari Jabir bin Abdullah. Ketika itu Rasulullah Saw didatangi oleh lelaki berwajah bersih dan berbaju putih (yang ternyata adalah malaikan Jibril as yang memasuki dimensi alam manusia) :

Bertanya orang itu lagi (yakni Jibril as), “Berapakah jaraknya dunia dengan akhirat?” Bersabda Rasulullah SAW, “Hanya sekejap mata saja.”

Wallahua’lam

Sebenarnya tulisan diatas saya rangkum dari berbagai sumber, tetapi sudah saya gabung2kan dengan teori yang menurut saya masih perlu dicari kebenarannya… kenapa? Karena seperti yang anda lihat diprofil, saya pencari kebenaran… ;p

Tapi kebenaran yang diungkap ini bukan untuk mencari fakta kesalahan, tetapi untuk menguatkan iman kita betapa maha agungnya Allah SWT sebagai pencipta.  Betapa luasnya alam semesta yang diciptakannya.  Hingga saat ini misteri 7 lapis langit ini masih banyak perdebatannya, karena maklum manusia ini penuh dengan logika dan terlalu rasional… maka Allah SWT menyuruh kita memperkuat iman baru akal fikiran, agar kita tidak sesat karena pemikiran kita sendiri.

<Baca Lagi kelanjutannya : Misteri Ka’bah Rumah Allah>

Referensi :

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=13774&post=1
http://tendouku.files.wordpress.com

Copy Paste Tinggalkan Komentar

Proses Terbentuknya Manusia

Kayak biji kopi neh..

Abis itu berubah menjadi

Very funny

Kemudian…

Terbentuk Perlahan

Seterusnya….

Setelah melewati proses tersebut..seorang anakpun lahir ke dunia..
Siapakah sang maestro yang menciptakan keindahan ini? dialah Tuhan… Coba anda fikirkan kebenarannya..

Sumber : http://julianusginting.wordpress.com/2010/02/08/human-picture/

Dibalik daripada semua ini kita manusia harus mencari kebenaran akan kehidupan ini, apakah kita hanya sekedar hidup didunia?  ataukah ada tujuannya Tuhan menciptakan kita?  Bersyukurlah kepadaNya kita diberikan kehidupan…

Sewaktu lagi asyik2 surfing di internet, aku terkesima melihat sebuah tulisan tentang prediksi alias ramalan tentang kelahiran laki dan perempuan.  Setelah itu saya coba mengujinya dengan melihat kenyataan yang ada, yaitu kelahiran anak perempuan saya yang sudah berumur 1 tahun sekarang.  Ketika saya melihat ramalan tersebut, ternyata benar anak saya perempuan… kemudian saya coba uji lagi dengan kakak ipar saya yang sedang hamil tua, disitu diprediksi akan lahir anak cowok… begitu di USG bener juga tu kata dokter diperkirakan cowok.  Hmmm…. benar gak ya ramalan ini..?

Tabel berikut ini diambil dari Royal tomb dekat Peking , China. Original copy tersimpan di Institute of Science of Peking. Kebenaran dari tabel diatas telah dibuktikan oleh ribuan orang dan dipercaya 99% kebenarannya. Ahli-ahli genetika China telah meneliti dan menyajikan kembali tabel ini setelah terkubur lama di Royal tomb selama 700 tahun yang lalu.

Keterangan :
P = Perempuan
L = Laki-laki

Penjelasan :

Anda dapat memilih musim atau bulan yang anda inginkan untuk mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada tabel diatas. Usia istri dari umur 18 sampai 45 tahun pada baris atas dari tabel, sedangkan kolom kiri dari tabel menunjukkan BULAN PEMBUAHAN dari anak yang diinginkan. Dengan berpedoman pada tabel diatas anda akan dapat memilih waktu kapan harus melakukan senggama menurut jenis kelamin anak yang diinginkan.

Contoh singkat : Jika istri berusia 27th dan bayinya dibuat pada bulan Januari, berdasarkan tabel diatas bayi yang akan dilahirkan adalah perempuan. Tabel diatas didasarkan pada bulan proses pembuahan bayi, bukan kelahiran dari bayi.

Anda rasa ini benar? mari cari kebenarannya…

Terima kasih buat sumbernya http://jendralberita.wordpress.com

Ramalan… percaya atau tidak percaya bahwa yang namanya ramalan itu pasti ada dan ada karena petunjuk yang Tuhan berikan pada orang2 tertentu yang mungkin diberi kelebihan olehNya.  Bukan berarti ramalan boleh dipercaya, dan bukan menjadi acuan untuk dapat dipercaya… karena benar atau tidak masih belum bisa terbukti kebenarannya secara tepat.  Karena takdir dan ketentun yang ada dimuka bumi ini adalah rahasia Allah SWT, kita manusia tidak dapat menduga.

Meskipun demikian, ramalan tinggallah ramalan… kalaupun benar terjadi, kita manusia tidak mungkin bisa mengelak dari ketentuan yang telah ditetapkan.  Sama juga dengan firasat, dimana firasat adalah suatu pertanda yang diberikan kepada kita melalui hal2 aneh yang mungkin terjadi sebelum datangnya kejadian besar kepada kita.  Dan biasanya firasat itu sifatnya adalah akan menceritaikan kabar buruk atau kejadian buruk, jarang sekali orang mendapat firasat sebelum ia mendengar kabar baik.  Seperti halnya ramalan, firasat tinggallah firasat.. kejadian tersebut tetap akan terjadi meskipun kita sudah mendapat firasat, karena kita tidak tahu apa maksud dari firasat tersebut.  Kalo kita tahu, pastinya aman hidup kita kali ya? benarkah? belum tahu juga ni kebenarannya…

Seperti halnya saya, akhir tahun 2000 saya baru saja dibelikan motor baru oleh ortu… motornya lumayan keren dan terbilang agak jarang di zaman itu.  Saya sangat sayang dengan motor baru itu, kerjaan sehari2 saya mencuci motor dan mengelapnya.  Tiba saatnya menjelang lebaran, seperti biasa pada tahun2 sebelumnya saya harus pulang kampung dan merayakan lebaran dikampung halaman.  Dan karena motor baru, saya berniat untuk pulang dengan mengendarai motor baru saya (jadi kalo dikampung bisa pamer nih hehe), akhirnya saya berangkat dengan peralatan yang lengkap… jas hujan, perkakas, sampai pompa pun saya bawa.

Ketika berangkat, saya berhenti berkali2… mulai dari servis motor, kemudian turun hujan sehingga saya berhenti sebentar dan mengenakan mantel (jas hujan), lalu hujan berhenti saya berhenti juga menyimpan mantel.  Adalagi karena saking lajunya mendadak penutup rantai motor berbunyi karena bautnya kendor, saya pun berhenti dan mengencangkan bautnya.  Eeh nggak jauh kemudian tiba2 rem modifan saya blong karena baut penguncinya nggak sesuai, saya pun berhenti dan memperbaikinya.  Tapi anehnya saya tidak curiga dengan keadaan ini, sampai akhirnya saya malas berhenti dan membiarkan rem saya blong (karena uda berhenti2 berkali2 untuk membetulkannya).

Sampailah disuatu tempat yang sepi, saya mencoba menyalip sebuah bis angkutan yang sangat besar hampir menutupi semua jalan.  Ketika saya baru menyalip, mendadak ada dua buah motor mengepung saya dari kanan dan belakang… saya tidak bisa melaju karena bis besar itu ada didepan.  Busyet… ternyata perampok..!! jumlahnya 4 orang dan memukul kepala saya hingga saya dan motor terjatuh.. Rupanya perampok ini mengincar motor baru saya, bukan uang yang saya bawa.  Akhirnya daripada saya celaka ya dibiarin deh motor saya dibawa kabur sama tu rampok. Apess… saya harus merelakan motor yang baru dipake 1 bulan.  Mungkin belum rezeki… begitu kata orang2, apakah benar? Haruskah rezeki orang numpang ditempat kita dan diambil paksa? Gk tau deh… Sialnya lagi, firasat sebelum kejadian itu ada tapi saya tidak tahu apa yang bakal terjadi.

Seperti halnya ramalan, terkadang ada juga ramalan yang mendekati benar tetapi sayangnya kita tidak akan bisa mengelaknya.  Ramalan dibuat bukan tanpa dasar, tentu ada pertanda2 yang tidak bisa dilihat oleh orang umum selain peramal.  Sama juga dengan ramalan cuaca, bisa diprediksi karena adanya pertanda dan ilmu pengetahuan yang mempelajari hal tersebut.  Tetapi hujan, badai, atau cuaca apapun itu tidak dapat dielakkan terjadinya sehingga ramalan hanya bertujuan untuk memberi tahu dan mengantisipasi.

Sama juga seperti ramalan perjodohan, primbon, garus tangan atau lainnya… banyak juga orang yang percaya karena ada beberapa hal yang tepat.  Ramalan perbintangan juga berkaitan dengan peruntungan dan nasib seseorang, apa benar? apa kaitannya bintang2 dengan nasib kita ya? (tunggu tulisan saya mengenai perbintangan ini, mudah2an bisa jadi bahan kita untuk mencari kebenarannya).  Yang jelas dari ramalan ini banyak juga orang yang percaya, coba tuh lihat iklan2 di tv ketik REG spasi JODOH, ketik REG spasi RAMAL, lumayan banyak juga di tv hehe

Tentunya kita tidak boleh percaya dan tidak boleh pula menganggap sebelah mata, ramalan dan firasat adalah pertanda yang wajib kita waspadai.  Meskipun akhirnya kita tidak dapat mengelaknya, namun setidaknya kita “diberi pilihan” (mungkin) untuk menghindarinya atau menjalaninya tergantung seberapa peka kita terhadap ramalan dan firasat itu.  Dan tentunya itu adalah pertanda dari Tuhan yang mungkin diberikan.  Hingga saat ini ramalan dan firasat ini masih belum tahu kebenarannya, ada yang percaya ada yang juga tidak…

Anda yakin akan kebenarannya? Atau itu tidak benar? Hmm masih dicari kebenarannya…

Tambahan bos, kalo terlalu percaya susah juga nanti jadi syirik… sebaiknya kita semua banyak berdoa dan mohon perlindungan padaNya aja, karena Tuhan Maha Tahu segalanya, oke?

“Saudara anda terkena Kanker Stadium 3, umurnya diperkirakan mungkin tinggal 5 bulan lagi” vonis seorang dokter ahli kepada seorang saudara pasiennya.  Betapa tidak, berita tersebut langsung memecah isak tangis keluarga dan semua yang mendengarnya.  Sang pasien yang juga mendengar berita itu juga menjadi ketakutan dan lemah… wajahnya murung dan hanya bisa pasrah.  Semenjak dikenalnya pengobatan modern dalam dunia kedokteran, seringkali kita mendengar vonis seperti itu.  Padahal dulu rasanya jarang sekali kita mendengar seorang pasien di vonis umurnya tinggal berapa.

Ironis memang, bukankah jodoh, rezeki, hidup, dan mati berada di tangan Tuhan? Semua itu menjadi rahasia Tuhan yang tidak mungkin diketahui oleh manusia.. manusia hanya dapat meramalkan tetapi itupun hanya sebatas ramalan.  Toh ternyata banyak sekali kasus yang ketika dokter memvonis usia pasiennya tidak lama lagi justru pasien itu sembuh dan hidup hingga saat ini.  Tetangga saya ketika sakit keras di prediksi umurnya tinggal seminggu, akhirnya ia berjuang mati2an selama seminggu itu dengan berobat sendiri lewat alternatif akhirnya sembuh dan sehat hingga sekarang.  Jadi, apa maksudnya dokter berani memvonis hal itu? Ilmu kedokteran tidak bisa dihubungkan dengan takdir Tuhan, meskipun orang tersebut sudah sangat parah bila memang belum saatnya ia mati maka ia tetap akan hidup.  Karena dokter juga manusia dan hanya berbekal akal pikiran, bukan penentu dan peramal takdir.

Tapi ini ada kejadian nyata lho, suatu ketika ayahnya teman saya pergi ke dukun china (lau ya) untuk mengobati penyakitnya… tapi begitu kesana justru lau ya itu meramalkan bahwa umurnya tidak lama lagi.  Terang saja ayah teman saya marah2 karena meramal seenaknya… akhirnya ayah teman saya pun pulang, dan terlihat murung beberapa hari.. Dan akhirnya tidak beberapa lama beliaupun meninggal secara mendadak ketika sedang mandi didepan rumahnya.

Memang terkadang hidup ini bisa diramalkan, seperti misalnya vonis hukuman mati seorang narapidana.. tentunya sang narapidana sudah tahu berapa sisa umurnya dari kapan tanggal eksekusi hukuman mati yang akan ia jalankan.  Atau mungkin seorang pembom bunuh diri yang tahu kapan ia akan melakukan aksinya… mereka semua tahu kapan mereka akan mati.  Tentu semua adalah kehendak dan takdir dari Tuhan, lalu apakah bunuh diri juga merupakan takdir? Atau hanyalah sebagai sebab? Artinya dia mati disebabkan karena bunuh diri.  Atau dia melanggar takdir yang telah ditetapkan Tuhan? Yang jelas didalam Agama sudah dijelaskan bahwa bunuh diri itu dosa apapun alasannya.  Lantas sang pengeksekusi hukuman mati posisinya sebagai apa? Apakah sebagai pembunuh? Bukankah pembunuh juga ada hukumannya? Entahlah kita tidak tahu kebenarannya…

Lalu, bagaimana orang yang mengatasnamakan jihad? Dalam Islam dikenal dengan istilah Jihad, yaitu berperang membela Agama.. tak tanggung2 yang dijanjikan adalah Surga.  Tak heran banyak sekali pembom bunuh diri yang berani melakukan aksinya dan tidak takut mati.. mereka yakin akan mati syahid dalam aksinya.  Benarkah demikian? Seberapa benar.. ini menjadi pro dan kontra sesama umat muslim di negara kita.

Memang benar, berjuang membela Agama atau jihad itu sangat mulia dimata Tuhan.. tetapi arti jihad yang sebenar2nya adalah berjuang dan dalam kondisi perang.  Artinya perang yang sesungguh2nya perang, misal seperti di Palestina yang terang2an di tindas Israel yang sebenarnya diboncengi Amerika.. bukan Indonesia yang sedang damai dan tentram.  Meskipun ada perbedaan Agama diantara kita, bukan berarti kita boleh menyatakan perang kepada siapa saja yang dianggap musuh Agama.  Tulisan ini tidak membela Agama manapun, disini yang kita cari adalah kebenaran…  Kata perang yang sebenarnya adalah senjata melawan senjata, artinya anda bersenjata hendak membunuh saya yang juga bersenjata yang hendak membunuh anda.. lain halnya menindas atau menzhalimi, itu artinya anda bersenjata sedangkan saya tidak, dan anda hendak membunuh saya yang tidak berdaya tanpa senjata.

Melakukan bom bunuh diri berarti memiliki senjata dan membunuh secara diam2 tanpa diberitahu bahwa ia akan membunuh… apakah benar itu jihad?  Beda dengan gerilya, kalo perang gerilya memang membunuhnya diam2 tetapi yang dibunuh adalah tentara yang bersenjata tetapi tidak mengorbankan dirinya untuk membunuh.  Berarti bom bunuh diri sama saja dengan bunuh diri biasa, hanya saja ia berdampak membunuh orang yang disekitarnya juga yang belum tentu berdosa seperti yang ia fikirkan.  Amerika adalah musuh!! Bukankah Amerika juga ada muslimnya? Lantas apakah semua orang Amerika juga pantas dibunuh? Apapun alasannya benar atau tidak bom bunuh diri itu jihad kita tidak tahu kebenarannya…

Tulisan ini salah? Atau anda merasa benar?

Tuhan Yang Maha Esa

Tuhan Yang Maha Esa

Apa sih arti ESA itu? Katanya sih “SATU”, kalo satu berarti tidak ada duanya ya kan..? Artinya tidak ada duanya untuk disembah.. Saya berbicara ini secara Universal, tidak berniat menjatuhkan atau menyalahkan salah satu Agama… saya hanya mencari kebenaran.  apa anda merasa benar? berarti anda yang saya cari untuk kebenarannya.

Ada beberapa penganut agama dan kepercayaan yang tidak mutlak menunjukkan keesaan Tuhannya, dia bilang Tuhannya Satu tapi mengapa masih saja ada yang lainnya juga?  Kemudian ada lagi yang meyakini tiada Tuhan selain Tuhannya tetapi masih melakukan ritual2 dengan sesajen2 yang dianggap untuk mencari berkah, menjauhkan bala’, dan tindakan yang sepertinya mempercayai hal lain selain Tuhannya?  Bukankah berdoa kepada Tuhan adalah jalan untuk memohon berkah dan dijauhkan bala’?  Tuhan tidak perlu sesajen2 atau apapun itu… Ada pula yang percaya pada jimat yang dipakaikannya dan ada pula yang menuntut ilmu ini dan itu untuk kesejahteraan hidupnya.  Ada yang mengamalkan suatu ayat atau bacaan dari kitabNya dan mempercayainya sebagai pelindung dirinya, padahal siapakah yang melindungi kita selain Tuhan? Kepercayaan kepada Tuhan dan meyakini kebesaran Tuhan adalah hal mutlak bagi kita sebagai penganut Agama, kita percaya kitabNya karena kita percaya padaNya… intinya hanya kepada Tuhan kita serahkan segalanya… benar atau salah?

Ada juga yang memohon petunjuk lewat dewa ini dewa itu, adapula yang mengatakan bahwa Tuhannya telah menebus dosanya.  Bukankah Tuhan itu mengampuni dosa, bukan menebus dosa? Apakah kita mau menebus dosa orang lain yang bukan kita lakukan? Berarti kita merendahkan kekuasaan Tuhan, bila Ia berkehendak hujan maka turunlah hujan, bila Ia berkehendak menghancurkan maka hancurlah semua… Tuhan tidak beranak, tidak pula diperanakkan, kita tidak pernah tahu wujud Tuhan dan Tuhan hanya akan menunjukkan wujudNya pada orang2 yang dikehendakinya kelak. Apakah saya benar? Tidak ada yang tahu kebenaran yang sebenarnya… tapi kita harus percaya bahwa Tuhan itu SATU.

Lalu apa maksudnya ada kata ini? Tuhan Yang Maha Esa… Apakah setiap penganut Agama memahami maknanya dengan sebenar2nya? Atau hanya sebuah kata2? Seringkali kita bingung dengan kenyataan yang ada.  Ingatlah bahwa kita punya musuh terbesar yaitu Setan, setiap Agama pasti ada menyebutkan mahluk ini… Setan dikenal sebagai penjerumus dan mengajak kita untuk sesat, berbagai cara ia lakukan untuk menjerumuskan kita.  Terkadang bingung juga mengapa Setan itu bisa ada? Dan mengapa tugasnya untuk menyesatkan kita?  Tuhan pasti punya alasan tersendiri dan kita harus percaya padaNya.  Pernah kita berfikir, kalo tujuan Setan adalah untuk menjerumuskan manusia… berarti penganut agama mana yang paling sering dianggap paling banyak berbuat jahat itulah Agama yang benar menurut Setan, sehingga ia berusaha untuk menjerumuskan penganutnya.  Apa mungkin iya? Fikirkan kebenarannya…

Intinya kita jangan terjebak akan rayuan Setan, dan ingat bahwa kebenaran hanya terlihat di satu sisi… jadi kita semuanya sama2 benar.  Kalo kita benar, untuk apa kita meributkan perbedaan Agama kita masing2? Bukankah kita semua emang berbeda?

Yang jelas Tuhan itu Maha Pencipta, Dialah yang menghidupkan dan mematikan kita, Dialah yang membuat kita berfikir, Dialah sang maestro… Pencipta keindahan di dunia ini, coba lihat dicermin… betapa Tuhan membuat kita dengan begitu indah dan sempurnanya.  Seharusnya semakin kita melihat keindahan semakin kita memuji keESAan Nya… apakah benar?

Apakah tulisan ini benar? Atau Anda paling benar? Apakah Anda yang merasa paling beriman dan merasa paling benar? Atau Anda hanya hafal kitab Anda tanpa meyakini kebenarannya?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.